Sabtu, 23 Juni 2012

Male Female -Sandani

Saya punya sedikit cerita untuk Anda!

Sandani


Sandani adalah anak yang baik hati, ganteng, berakhlak mulia, dan penyanyang. Sandani tipe anak yang dipercaya. Sandani adalah Raja laut. Gimana, sih, tiba-tiba ia jadi pangeran laut? Begini ceritanya... 
Sandani  hidup di sebuah kota besar bernama Kyoto di Jepang. Sandani sebenarnya berasal dari Indonesia, Pekanbaru. Karena, waktu 3 tahun lalu seorang Raja dari Inggris mengirimkan perlombaan untuk seluruh negara. Barangsiapa yang berhasil memecahkan peti harta karun yang terbuat dari besi emas, bisa tinggal di rumah istimewa bertingkat, lengkap dengan semua barangnya. Rumah itu putih, jendelanya biru, atapnya bewarna kuning, ruang tamu diisi dengan kertas dinding bergambar mahkota, kursi-kursi yang indah, meja berkilau, kamar-kamar yang besar, juga lainnya. Tentu saja itu di Kyoto, Jepang. Sandani mengikuti lomba dan memenuhi syarat. Syaratnya, boleh memakai benda keras, pakai tangan atau kaki sendiri, dilarang untuk memaksa memberi/mencuri kunci rumah yang berada di Kyoto, tidak boleh bekerjasama (kecuali kembar siam), jenis kelamin harus laki-laki, kirimkan foto asli, umur diatas 13 tahun, maksimal umurnya 54 tahun, dan hanya boleh mencoba 1x. Sandani berumur 16 tahun. Ia tidak memakai apa-apa. Ia menulis di daftar kemudian mengirimnya. enam puluh enam ribu tujuh ratus tujuh puluh sembilan lima puluh tiga orang yang ingin ikut. Tapi, yang dipilih hanya 1001 yang dipilih. Walau tubuhnya begitu kurus, ia dipilih. Ia ke-25. Karena diberitahu Raja, Sandani segera ke istana. Sandani memakai baju putih bergambar robot bertuliskan I love Pekanbaru, celana hitam bergambar buah-buahan. Ia tidak pakai apa-apa. Ia pamit pada orangtua dan kedua adiknya, adik perempuan yang baru lahir 7 bulan lalu, bernama Muti'ah Alibiyyinnah yang lahir di Jakarta. Dan adik laki-lakinya yang udah berumur 12 tahun bernama Hamdan Andi Arus Firdaus. Muti'ah menangis saat Sandani bilang diterima untuk ke Istana. Ayah ibu meninggal saat ibu lagi menggendong Muti'ah dan ayah menemaninya karena tertabrak oleh kerena api.Syukurlah, waktu itu Muti'ah tertangkap oleh seorang bapak-bapak. Muti'ah hanya berdarah sedikit. Akhirnya, karena bapak itu bilang ia dan istrinya tak dikaruniani anak selamat 2 tahun, akhirnya Sandani dan sekeluarga dirawat oleh bapak dan istrinya itu. Bapak dan tante itu dipanggil 'ayah' dan 'ibu'. Ayah dan ibu baru Sandani bilang berhati-hati. Firdaus juga mendo'akan keselamatan Sandani. Akhirnya, Sandani sampai. Sandani ke barisan 106. Di depan Sandani, mereka yang kuat tak bisa memecahkannya. Akhirnya, giliran Sandani. Sandani memejamkan mata dan memukulnya sangaaaaaaaaaat.... lemah. semua orang tertawa. Tapi, Ratu, Raja, serta anaknya kaget tak percaya. Pukulan lemah itu berhasil membuka peti!Ratu, Raja, serta anak mereka bertepuk tangan sambil menjabat tangan Sandani. Isinya emas dan mahkota emas. Semua orang yang tersisa pergi. Sandani berhasil. Tapi, Sandani sendiri. Ia tak boleh bersama orangtua serta keluarga. Sandani terus mengirim surat kabarnya untuk keluarga dan sahabat di sekolah, sahabat perempuannya, Lina dan sahabat laki-lakinya, Ghandy. Sandani pergi ke Tokyo karena malas terus-terus di Kyoto. Ia menuju pandai. Fuuuu... segar! Tapi, di tepi pantai ia melihat nenek-nenek yang kelihatannya buta. Sandani melihatnya menginjak batu. Nenek itu terjatuh. Sandani menolongnya. Karena nenek itu tak dapat melihat, nenek itu hanya berterima kasih dan pergi. Sandani senang karena dapat menolong orang. Saat berenang, Sandani ditarik oleh tangan. Entah mengapa, Sandani bisa bernapas di sana. Sandani tak sempat melihat siapa yang menariknya. Sandani sadar di suatu tempat. Ia melihat Raja berjenggut panjang dan bermahkota. Ada seorang putri cantik berambut panjang serta Ratu. "Terima kasih karena telah membantu nenek buyut kami. Kami sangat berterima kasih. Sebagai balasannya, maukah kau menikah dengan anakku dan menjadi sebagian anak kami?" tanya Raja, berharap. Tentu saja, Sandani kaget tak percaya. "Tapi, saya hanya menolong! Saya tahu kalau Anda Raja. Tapi, Saya hanya ingin selalu berada di sisi keluarga dan orangtua kandung saya yang telah meninggal..." Sandani hanay bisa menangis, tapi ditahan. "Kami bisa menelepon dengan telepon nasional kami. Dengan begitu, kamu akan tetap berada di sisi keluarga!" akhirnya, Sandani mengangguk. Ayah, ibu, serta Muti'ah tinggal di laut. Sementara rumah besar untuk Firdaus dan sahabatnya di Osaka, Harritori Niasaki, Asaka Kaokajaro, Karin Izumi Atosako, Morigana Kuzukuzi, dan Shinichi Abushaki.
By: Andi Levez

Usulkanlah cerita-ceritamu di Male Female! Karya yang bagus, akan diterbitkan di blog ini.

3 komentar:

  1. Please Dimuat
    Worldhok
    Worldhok adalah pemuda yang mencari emas di gua Stiara. Di tengah perjalanan, Worldhok menemukan anak laki-laki kecil tergeletak di bawah pohon mangga. Worldhok tidak peduli. Tapi, hatinya terserang rasa simpati. Akhirya, Worldhok mengambil anak laki-laki itu, dan menggendongnya. Worldhok akhirnya sampai di Gua Stiara. Tiba-tiba, anak itu berteriak sambil tetap memejamkan matanya. "WAAAAA!!!" seru anak itu. Worldhok melompat. "Eeeeh?" dan, langsung gua itu gemetaran. Syukurlah, mereka berdua selamat. "Hhh... maklum sekali," Worldhok langsung menuju rumah. Rumah Worldhok keciiiiil... sekali. "Pak, cepat tuju rumahmu," kata anak itu, akhirnya buka mata. "Ba, baiiiik..." kata Worldhok. Worldhok menuju rumahnya. "Lho? Mana rumahku? Istana apa ini?" tanya Worldhok, menatapi istana yang penuh orang. Ia menatapit ubuhnya. Bajunya yang jelek tiba-tiba bermahkota dan berbaju Raja. Istrinya dan anak perempuannya juga begitu. Worldhok terkenal. Tapi... "Bukan, anak inilah yang patut terkenal. Sebab, ialah yang membawaku berkah," kata Worldhok. Anak itu tersenyum dan menghilang entah kemana. Worldhok hanya menangis dan melambaikan tangannya, sebab Worldhok saja yang bisa melihat anak itu terbang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Dimuat. Saya akan edit jika ada yag salah. Thanks....

      Hapus